Perkuat Aksi Iklim dan Ekonomi Desa, PT SUCOFINDO Dorong Kemandirian UMKM di Sumatera Selatan
Wartasumsel.id, MUSI RAWAS – Menghadapi tantangan perubahan iklim global, PT SUCOFINDO melalui Proyek PROKLIM (Program Kampung Iklim) sukses menginisiasi langkah kolaboratif untuk memperkuat ketahanan masyarakat desa di Provinsi Sumatera Selatan. Proyek ini tidak hanya berfokus pada kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi motor penggerak mata pencaharian lokal yang berkelanjutan.

Dilaksanakan di 100 lokasi yang tersebar di 10 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Musi Rawas kegiatan berlangsung dari 28-29 April 2026, Proyek PROKLIM hadir dengan pendekatan terpadu. Hingga kuartal pertama (Q1) 2026, program ini telah mencatatkan capaian signifikan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui 310 sesi pelatihan yang mencakup literasi iklim hingga penguatan digital bagi UMKM.
Pemberdayaan Ekonomi dan Kesetaraan Gender
Salah satu sorotan utama dalam proyek ini adalah keberhasilan kategori penguatan literasi digital dan pengembangan UMKM. Data menunjukkan progresivitas yang membanggakan, di mana keterlibatan perempuan mencapai angka 54% hingga 59%. Hal ini menegaskan komitmen proyek terhadap prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion).
Hasil nyata terlihat pada peningkatan pendapatan individu peserta yang mencapai 43,96%. Melalui pelatihan Business Model Canvas (BMC) dan Digital Marketing, pelaku usaha desa kini mampu mengolah potensi lokal—seperti komoditas palawija—menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar yang lebih luas.
Sadar Karya dan Megang Sakti IV: Desa Percontohan
Di Kabupaten Musi Rawas, Desa Sadar Karya terpilih sebagai desa prioritas karena keunggulannya dalam skor kesiapan teknologi digital dan potensi ekonomi. Sementara itu, Desa Megang Sakti IV menonjol dengan kelembagaan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Kombinasi kedua desa ini menjadi cermin keberhasilan PROKLIM dalam memadukan inovasi ekonomi dengan sistem pencegahan risiko lingkungan secara berkelanjutan.
Kolaborasi Multipihak untuk Masa Depan
Keberlanjutan Proyek PROKLIM didukung penuh oleh kolaborasi multipihak, mulai dari pemerintah, institusi teknis, akademisi, hingga sektor swasta. Melalui Forum CSR, PT SUCOFINDO bersama mitra BUMN dan entitas swasta lainnya telah menghimpun komitmen melalui Letter of Intent (LoI) untuk terus mendukung pendampingan masyarakat.
Inovasi seperti aplikasi pengelolaan sampah digital "Bengkel Sampah" dan dukungan co-management maggot menjadi solusi praktis yang memperkuat jalur keberlanjutan proyek ini.
"Proyek PROKLIM ini adalah fondasi penting untuk membangun masyarakat pedesaan yang lebih tangguh iklim di Sumatera Selatan. Kami memberikan arah jangka panjang bagi upaya adaptasi, mitigasi, dan pembangunan lokal yang berkelanjutan," ujar perwakilan penyusun dari PT SUCOFINDO, Selasa (28/4/2026).
Dengan semangat kolaborasi, Proyek PROKLIM membuktikan bahwa menjaga bumi bisa berjalan beriringan dengan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.
Salah satu dampak dari kegiatan diatas, Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sadar Karya, Musi Rawas, sukses meningkatkan ekonomi keluarga dengan bertransformasi dari buruh kebun menjadi pelaku UMKM. Inisiatif ini muncul untuk mengatasi rendahnya harga jual komoditas mentah seperti singkong dan kacang-kacangan.
Melalui pendampingan dari PT Sucofindo, para ibu rumah tangga kini mampu mengolah hasil panen menjadi produk pangan bernilai jual tinggi. Umi Kalsum, pelopor kelompok tersebut, menyatakan bahwa bimbingan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan produksi dan akses pasar, tetapi juga secara signifikan mendongkrak pendapatan perempuan di desa mereka.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa hilirisasi pertanian skala rumah tangga mampu menjadi pilar ekonomi desa yang kokoh.
"Alhamdulillah, berkat bimbingan dari PT Sucofindo, terutama dalam hal akses pasar dan manajemen produksi, pendapatan perempuan di Desa Sadar Karya semakin meningkat. Kami membuktikan bahwa sebagai ibu rumah tangga, kami tetap bisa produktif dan membantu ekonomi keluarga melalui UMKM," tambah Umi Kalsum. (*)